Kewirausahaan
Wirausaha dan kewirausahaan adalah 2
hal yang berbeda. Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk
dapat merancang, mengelola dan mengendalikan usahanya, sedangkan kewirausahaan
adalah suatu sikap atau kemampuan yang dapat menciptakan sesuatu yang bernilai
dan mampu dirinya dan orang lain dalam bidang finansial. Dengan berkembangnya
perekonomian Indonesia, kaum muda khususnya mahasiswa yang digadang gadang
sebagai agent of change diharapkan
bisa menjadi wirausahawan sukses yang dapat memberi andil dalam kehidupan
perekonomian Indonesia, matakuliah kewirausahaan juga sudah banyak diterapkan
oleh perguruan tinggi demi memberi pengetahuan dan bekal kepada mahasiswa
ketika mereka lulus dari perguruan tinggi negeri.
Pada
tulisan saya kali ini, saya akan menjabarkan 5 pendapat dari orang yang berbeda
dan menganalisis perbedaan dari 5 pendapat tersebut.
Menurut Sinarasri & Hanum
(2012), Latar belakang pendidikan seseorang terutama yang terkait dengan bidang
usaha, seperti bisnis dan manajemen atau ekonomi dipercaya akan mempengaruhi
keinginan danminatnya untuk memulai usaha baru di masa mendatang. Selain
pendidikan formal dalam bidang ekonomi dan bisnis, pendidikan non formal juga
memiliki peran yang cukup penting dalam menumbuhkan minat dan motivasi kewirausahaan
para mahasiswa. Pendidikan non formal bisa didapatkan melalui seminar, kursus,
workshop, dan sebagainya. Faktor lain yang dipercaya memiliki
pengaruh terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa adalah latar belakang
pendidikan kewirausahaan yang diberikan oleh keluarga dan pengalaman bekerja.
Orang tua akan memberikan corak budaya, suasana rumah, pandangan hidup dan pola
sosialisasi yang akan menentukan sikap, perilaku serta proses pendidikan
terhadap anak-anaknya. Penelitian-penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa
pengalaman bekerja seseorang berpengaruh terhadap keinginannya untuk menjadi
seorang wirausaha, mereka yang memiliki pengalaman bekerja mempunyai intensi
kewirausahaan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak pernah bekerja
sebelumnya.
Menurut Widhiandono &
Miftahuddin (2009), angka pengangguran di Indonesia di tahun 2009 diperkirakan
sebesar 9 persen dari jumlah penduduk. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja baru
yang mampu diserap dalam sector tradable (pertanian dan industri) hanya sebesar
430 ribu orang. Sementara pemerintah belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan
yang memadai semestinya para calon angkatan kerja baru termasuk mahasiswa/calon
sarjana mampu mengembangkan pemikiran kreatifnya untuk menciptakan lapangan
kerja baru. Namun hingga saat ini dunia wirausaha belum merupakan lapangan
kerja yang diminati. Berdasarkan hasil Survey yang dilakukan oleh Litbang Media
Group (April 2007), terhadap para mahasiswa diberbagai kota menunjukkan bahwa motivasi
utk menjadi pengusaha masih rendah, yang terpikir sesudah lulus adalah langsung
melamar pekerjaan (65%), sedangkan yang berminat membuka usaha baru sebesar
23%.
Menurut Zoel Hutarabat (2017), Seiring
meningkatnya minat kalangan muda menjadi wirausaha, institusi pendidikan
diIndonesia mulai menawarkan pendidikan tinggi dengan konsentrasi kewirausahaan
atau entrepreneurship yang dikemas ke dalam berbagai bentuk atau istilah
seperti Sociopreneur,Technopreneur, dan sebagainya. Kurang lebih sejak 10 tahun
terakhir perkembangan perguruantinggi dengan jurusan manajemen dan konsentrasi
kewirausahaan mulai berkembang danmemiliki banyak peminat.Jauh sebelum
perguruan tinggi menawarkan jurusan kewirausahaan, banyak orang yangsudah
memulai untuk membuat usahanya sendiri atau yang sekarang dikenal dengan startup.
Tidak diketahui pasti apa latar belakang pendidikan dari orang-orang yang telah
mendirikanusahanya sendiri selama ini namun yang pasti ketika ditanyakan
kebanyakan menyebutkan untukmemenuhi kebutuhan dan hidup keluarga, kepepet, dan
alasan lainnya.
Menurut Rosmiati, Junias &
Munawar (2015), Pengetahuan kewirausahaan mendukung
nilainilai wirausaha terutama bagi mahasiswa, sehingga diharapkan menumbuhkan
jiwa usaha untuk berwirausaha. Sikap, motivasi dan minat mahasiswa sangat dibutuhkan
bagi mahasiswa yang berwirausaha agar mampu mengidentifikasi peluang usaha,
kemudian mendayagunakan peluang usaha untuk menciptakan peluang kerja baru.
Minat mahasiswa dan pengetahuan mereka tentang kewirausahaan diharapkan akan membentuk
kecenderungan mereka untuk membuka usaha baru di masa mendatang. Dalam rangka
mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan bagi para mahasiswa dan menciptakan lulusan
politeknik yang mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), maka perlu
diadakan pembinaan bagi mahasiswa agar mampu melaksanakan wirausaha
(entrepreneur). Mahasiswa diarahkan berbagai program dalam rangka menumbuhkan
aktivitas wirausaha dalam lingkungan mahasiswa, seperti Kuliah Kewirausahaan
(KWU), Magang Kewirausahaan (MKU), Kuliah Kerja Usaha (KKU), dan Program Mahasiswa
Wirausaha (PMW) yang akan menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa kelak lulus
nanti.
Menurut Sahdiyah & Setianingsih,
Pendidikan entrepreneurship semakin berkembang beberapa tahun terakhir, mulai
dari jenjang Pendidikan sekolah dasar hingga jenjang Pendidikan yang paling
tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya perguruan tinggi yang telah menjadikan
mata kuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh
setiap mahasiswa. Adanya dukungan dari Departemen Pendidikan Nasional dengan
mengembangkan berbagai kebijakan dan program untuk mendukung terciptanya
lulusan perguruan tinggi yang lebih siap bekerja dan menciptakan pekerjaan.
Tujuan
penelitian dari Widhiandono & Miftahuddin (2009) adalah untuk menguji
kecerdasan emosi dan latar belakang sosial terhadap kewirausahaan pada
mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Pengambilan sample dengan
cara purposive sampling dengan kriteria sampel adalah mahasiswa aktifis
organisasi. Hasil analisis membuktikan bahwa variabel kecerdasan emosi serta
latar belakang sosial mempunyai hubungan signifikan dengan kewirausahaan yang
ditunjukkan dengan koefisien korelasi yang masingmasing sebesar 0,656 dan 0,433
dengan level significan (P)= 0.000 (P<0.001).
Tujuan
penelitian dari Sinarasri & Hanum (2012) adalah untuk menguji
pengaruh faktor-faktor latar belakang
pendidikan, mata kuliah
kewirausahaan, pengetahuan dan
pelatihan kewirausahaan,
pendidikan kewirausahaan keluarga
serta pengalaman bekerja
terhadap motivasi
kewirausahaan mahasiswa. Responden
penelitian ini adalah
mahasiswa UNIMUS berjumlah
80 orang. Hasil penelitian
ini menemukan bahwa
faktor mata kuliah kewirausahaan, pengetahuan dan pelatihan
serta pengalaman bekerja
berpengaruh positif terhadap motivasi
kewirausahaan mahasiswa.
Sedangkan latar belakang
pendidikan dan pendidikan kewirausahaan
keluarga tidak berpengaruh terhadap
motivasi kewirausahaan mahasiswa.
Akhirnya, disarankan agar
institusi pendidikan lebih banyak
memberikan materi mengenai kewirausahaan untuk
meningkatkan motivasi mahasiswa dalam berwirausaha.
Tujuan
penelitian dari Hutabarat (2017) adalah untuk mengetahui bahwa pendidikan
formal kewirausahaan memiliki peran dalam pembentukan pola pikirkewirausahaan
mahasiswa. Namun bagian mana yang memberi pengaruh paling besar dalamdiri
mahasiswa untuk menjadi pengusaha? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengandepth interview dan studi literatur serta responden nya adalah mahasiswa
Universitas Pelita Harapan. Hasil dari penelitian ini adalah keberadaan mata kuliah
kewirausahaan sangat mendukung dan memberi kontribusiterhadap keinginan
mahasiswa untuk menjadi seorang wirausaha. Dari seluruh narasumber yang
diinterview, semua menyatakan bahwa latar belakang keluarga ternyata sangat memberi
pengaruh terhadap keinginan menjadi seorang wirausaha.
Tujuan
penelitian dari Rosmiati, Junias & Munawar (2015) adalah untuk mendapatkan
gambaran minat mahasiswa menjalankan wirausaha. Rumusan masalahnya adalah
apakah sikap dan motivasi menumbuhkan minat mahasiswa untuk menjalankan
wirausaha. Metode penelitian ini adalah simple random sampling (acak) survei
dengan pendekatan analisis kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Data diolah dengan menggunakan bantuan SPSS. Alat analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa variabel sikap dan motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap minat
berwirausaha.
Tujuan
penelitian dari Sahdiyah & Setianingsih untuk mengetahui kemampuan siswa
dalam menerapkan mata kuliah kewirausahaan yang telah diajarkan untuk semangat
kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
implementasi mata pelajaran kewirausahaan dijelaskan melalui variabel pemahaman
(X1) dan penerapan (X2) terbukti berpengaruh signifikan terhadap variabel minat
berwirausaha (Y).
Tujuan
dari ke 5 journal diatas hampir mempunyai tujuan yang sama dan dari journal
tersebut didapatkan hasil yang berbeda-beda, ada yang menyatakan bahwa latar
belakang sosial mempunyai efek yang signifikan dengan kewirausahaan, sedangkan
yang lain menyatakan bahwa latar
belakang pendidikan dan pendidikan kewirausahaan
keluarga tidak berpengaruh terhadap
motivasi kewirausahaan mahasiswa. Dari hasil analisa dari ke 5 journal
diatas dapat disimpulkan bahwa mata pelajaran kewirausahaan lebih memberi dampak
terhadap tumbuhnya keinginan mahasiswa untuk berwirausaha dibandingkan dengan
latar belakang mahasiswa tersebut.
Sources:
Sinarasri,
A., & Hanum, A. N. (2012). Pengaruh
latar belakang pendidikan terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa (Studi
kasus mahasiswa UNIMUS di Semarang). Research diakses 10 Oktober 2019 pada https://docplayer.info/37533000-Pengaruh-latar-belakang-pendidikan-terhadap-motivasi-kewirausahaan-mahasiswa-studi-kasus-pada-mahasiswa-unimus-di-semarang.html
Widhiandono,
H., & Miftahuddin, M. A. (2009). Hubungan
kecerdasan emosi dan latar belakang sosial terhadap kewirausahaan dikalangan
mahasiswa (Studi pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Research
diakses 10 Oktober 2019 pada https://media.neliti.com/media/publications/29572-ID-hubungan-kecerdasan-emosi-dan-latar-belakang-sosial-terhadap-kewirausahaan-dikal.pdf
Hutabarat,
Z. (2017). Minat mahasiswa untuk menjadi
wirausahawan (Studi kasus: Mahasiswa Universitas Pelita Harapan). Research diakses
10 Oktober 2019 pada https://www.academia.edu/37803589/jurnal_kewirausahaan.pdf
Junias,
D. T., & Munawar, S. (2015). Sikap,
motivasi, dan minat berwirausaha mahasiswa. Politeknik Negeri Kupang, Kupang, 21–30
Maret 2015, 4: E.63–E.69.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar