Senin, 14 Oktober 2019

Dampak Kewirausahaan Terhadap Mahasiswa


Kewirausahaan
            Wirausaha dan kewirausahaan adalah 2 hal yang berbeda. Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk dapat merancang, mengelola dan mengendalikan usahanya, sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap atau kemampuan yang dapat menciptakan sesuatu yang bernilai dan mampu dirinya dan orang lain dalam bidang finansial. Dengan berkembangnya perekonomian Indonesia, kaum muda khususnya mahasiswa yang digadang gadang sebagai agent of change diharapkan bisa menjadi wirausahawan sukses yang dapat memberi andil dalam kehidupan perekonomian Indonesia, matakuliah kewirausahaan juga sudah banyak diterapkan oleh perguruan tinggi demi memberi pengetahuan dan bekal kepada mahasiswa ketika mereka lulus dari perguruan tinggi negeri.
Pada tulisan saya kali ini, saya akan menjabarkan 5 pendapat dari orang yang berbeda dan menganalisis perbedaan dari 5 pendapat tersebut.
            Menurut Sinarasri & Hanum (2012), Latar belakang pendidikan seseorang terutama yang terkait dengan bidang usaha, seperti bisnis dan manajemen atau ekonomi dipercaya akan mempengaruhi keinginan danminatnya untuk memulai usaha baru di masa mendatang. Selain pendidikan formal dalam bidang ekonomi dan bisnis, pendidikan non formal juga memiliki peran yang cukup penting dalam menumbuhkan minat dan motivasi kewirausahaan para mahasiswa. Pendidikan non formal bisa didapatkan melalui seminar, kursus, workshop, dan sebagainya. Faktor lain yang dipercaya memiliki pengaruh terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa adalah latar belakang pendidikan kewirausahaan yang diberikan oleh keluarga dan pengalaman bekerja. Orang tua akan memberikan corak budaya, suasana rumah, pandangan hidup dan pola sosialisasi yang akan menentukan sikap, perilaku serta proses pendidikan terhadap anak-anaknya. Penelitian-penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa pengalaman bekerja seseorang berpengaruh terhadap keinginannya untuk menjadi seorang wirausaha, mereka yang memiliki pengalaman bekerja mempunyai intensi kewirausahaan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak pernah bekerja sebelumnya.
            Menurut Widhiandono & Miftahuddin (2009), angka pengangguran di Indonesia di tahun 2009 diperkirakan sebesar 9 persen dari jumlah penduduk. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja baru yang mampu diserap dalam sector tradable (pertanian dan industri) hanya sebesar 430 ribu orang. Sementara pemerintah belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai semestinya para calon angkatan kerja baru termasuk mahasiswa/calon sarjana mampu mengembangkan pemikiran kreatifnya untuk menciptakan lapangan kerja baru. Namun hingga saat ini dunia wirausaha belum merupakan lapangan kerja yang diminati. Berdasarkan hasil Survey yang dilakukan oleh Litbang Media Group (April 2007), terhadap para mahasiswa diberbagai kota menunjukkan bahwa motivasi utk menjadi pengusaha masih rendah, yang terpikir sesudah lulus adalah langsung melamar pekerjaan (65%), sedangkan yang berminat membuka usaha baru sebesar 23%.
            Menurut Zoel Hutarabat (2017), Seiring meningkatnya minat kalangan muda menjadi wirausaha, institusi pendidikan diIndonesia mulai menawarkan pendidikan tinggi dengan konsentrasi kewirausahaan atau entrepreneurship yang dikemas ke dalam berbagai bentuk atau istilah seperti Sociopreneur,Technopreneur, dan sebagainya. Kurang lebih sejak 10 tahun terakhir perkembangan perguruantinggi dengan jurusan manajemen dan konsentrasi kewirausahaan mulai berkembang danmemiliki banyak peminat.Jauh sebelum perguruan tinggi menawarkan jurusan kewirausahaan, banyak orang yangsudah memulai untuk membuat usahanya sendiri atau yang sekarang dikenal dengan startup. Tidak diketahui pasti apa latar belakang pendidikan dari orang-orang yang telah mendirikanusahanya sendiri selama ini namun yang pasti ketika ditanyakan kebanyakan menyebutkan untukmemenuhi kebutuhan dan hidup keluarga, kepepet, dan alasan lainnya.
            Menurut Rosmiati, Junias & Munawar (2015), Pengetahuan kewirausahaan mendukung nilainilai wirausaha terutama bagi mahasiswa, sehingga diharapkan menumbuhkan jiwa usaha untuk berwirausaha. Sikap, motivasi dan minat mahasiswa sangat dibutuhkan bagi mahasiswa yang berwirausaha agar mampu mengidentifikasi peluang usaha, kemudian mendayagunakan peluang usaha untuk menciptakan peluang kerja baru. Minat mahasiswa dan pengetahuan mereka tentang kewirausahaan diharapkan akan membentuk kecenderungan mereka untuk membuka usaha baru di masa mendatang. Dalam rangka mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan bagi para mahasiswa dan menciptakan lulusan politeknik yang mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), maka perlu diadakan pembinaan bagi mahasiswa agar mampu melaksanakan wirausaha (entrepreneur). Mahasiswa diarahkan berbagai program dalam rangka menumbuhkan aktivitas wirausaha dalam lingkungan mahasiswa, seperti Kuliah Kewirausahaan (KWU), Magang Kewirausahaan (MKU), Kuliah Kerja Usaha (KKU), dan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang akan menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa kelak lulus nanti.
            Menurut Sahdiyah & Setianingsih, Pendidikan entrepreneurship semakin berkembang beberapa tahun terakhir, mulai dari jenjang Pendidikan sekolah dasar hingga jenjang Pendidikan yang paling tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya perguruan tinggi yang telah menjadikan mata kuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa. Adanya dukungan dari Departemen Pendidikan Nasional dengan mengembangkan berbagai kebijakan dan program untuk mendukung terciptanya lulusan perguruan tinggi yang lebih siap bekerja dan menciptakan pekerjaan.
Tujuan penelitian dari Widhiandono & Miftahuddin (2009) adalah untuk menguji kecerdasan emosi dan latar belakang sosial terhadap kewirausahaan pada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Pengambilan sample dengan cara purposive sampling dengan kriteria sampel adalah mahasiswa aktifis organisasi. Hasil analisis membuktikan bahwa variabel kecerdasan emosi serta latar belakang sosial mempunyai hubungan signifikan dengan kewirausahaan yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi yang masingmasing sebesar 0,656 dan 0,433 dengan level significan (P)= 0.000 (P<0.001).
Tujuan penelitian dari Sinarasri & Hanum (2012) adalah untuk  menguji  pengaruh  faktor-faktor latar    belakang    pendidikan,    mata    kuliah    kewirausahaan,    pengetahuan    dan    pelatihan kewirausahaan,  pendidikan  kewirausahaan  keluarga  serta  pengalaman  bekerja  terhadap  motivasi kewirausahaan  mahasiswa.  Responden  penelitian  ini  adalah  mahasiswa  UNIMUS  berjumlah  80 orang.  Hasil  penelitian  ini  menemukan  bahwa  faktor mata  kuliah  kewirausahaan,  pengetahuan dan  pelatihan  serta  pengalaman  bekerja  berpengaruh positif  terhadap  motivasi  kewirausahaan mahasiswa.  Sedangkan  latar  belakang  pendidikan  dan pendidikan  kewirausahaan  keluarga  tidak berpengaruh  terhadap  motivasi  kewirausahaan  mahasiswa.  Akhirnya,  disarankan  agar  institusi pendidikan  lebih  banyak  memberikan  materi  mengenai kewirausahaan  untuk  meningkatkan motivasi mahasiswa dalam berwirausaha.
Tujuan penelitian dari Hutabarat (2017) adalah untuk mengetahui bahwa pendidikan formal kewirausahaan memiliki peran dalam pembentukan pola pikirkewirausahaan mahasiswa. Namun bagian mana yang memberi pengaruh paling besar dalamdiri mahasiswa untuk menjadi pengusaha? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengandepth interview dan studi literatur serta responden nya adalah mahasiswa Universitas Pelita Harapan. Hasil dari penelitian ini adalah keberadaan mata kuliah kewirausahaan sangat mendukung dan memberi kontribusiterhadap keinginan mahasiswa untuk menjadi seorang wirausaha. Dari seluruh narasumber yang diinterview, semua menyatakan bahwa latar belakang keluarga ternyata sangat memberi pengaruh terhadap keinginan menjadi seorang wirausaha.
Tujuan penelitian dari Rosmiati, Junias & Munawar (2015) adalah untuk mendapatkan gambaran minat mahasiswa menjalankan wirausaha. Rumusan masalahnya adalah apakah sikap dan motivasi menumbuhkan minat mahasiswa untuk menjalankan wirausaha. Metode penelitian ini adalah simple random sampling (acak) survei dengan pendekatan analisis kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data diolah dengan menggunakan bantuan SPSS. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel sikap dan motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha.
Tujuan penelitian dari Sahdiyah & Setianingsih untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerapkan mata kuliah kewirausahaan yang telah diajarkan untuk semangat kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi mata pelajaran kewirausahaan dijelaskan melalui variabel pemahaman (X1) dan penerapan (X2) terbukti berpengaruh signifikan terhadap variabel minat berwirausaha (Y).
Tujuan dari ke 5 journal diatas hampir mempunyai tujuan yang sama dan dari journal tersebut didapatkan hasil yang berbeda-beda, ada yang menyatakan bahwa latar belakang sosial mempunyai efek yang signifikan dengan kewirausahaan, sedangkan yang lain menyatakan bahwa latar  belakang  pendidikan  dan pendidikan  kewirausahaan  keluarga  tidak berpengaruh  terhadap  motivasi  kewirausahaan  mahasiswa. Dari hasil analisa dari ke 5 journal diatas dapat disimpulkan bahwa mata pelajaran kewirausahaan lebih memberi dampak terhadap tumbuhnya keinginan mahasiswa untuk berwirausaha dibandingkan dengan latar belakang mahasiswa tersebut.

Sources:
Sinarasri, A., & Hanum, A. N. (2012). Pengaruh latar belakang pendidikan terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa (Studi kasus mahasiswa UNIMUS di Semarang). Research diakses 10 Oktober 2019 pada https://docplayer.info/37533000-Pengaruh-latar-belakang-pendidikan-terhadap-motivasi-kewirausahaan-mahasiswa-studi-kasus-pada-mahasiswa-unimus-di-semarang.html
Widhiandono, H., & Miftahuddin, M. A. (2009). Hubungan kecerdasan emosi dan latar belakang sosial terhadap kewirausahaan dikalangan mahasiswa (Studi pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Research diakses 10 Oktober 2019 pada https://media.neliti.com/media/publications/29572-ID-hubungan-kecerdasan-emosi-dan-latar-belakang-sosial-terhadap-kewirausahaan-dikal.pdf
Hutabarat, Z. (2017). Minat mahasiswa untuk menjadi wirausahawan (Studi kasus: Mahasiswa Universitas Pelita Harapan). Research diakses 10 Oktober 2019 pada https://www.academia.edu/37803589/jurnal_kewirausahaan.pdf
Junias, D. T., & Munawar, S. (2015). Sikap, motivasi, dan minat berwirausaha mahasiswa. Politeknik Negeri Kupang, Kupang, 21–30 Maret 2015, 4: E.63–E.69.